Aku berasal dari jawa kelahiran lamongan-jawa timur ,mengenal vespa sejak waktu SMA namun aku selalu memikirkan itu untuk bagimana bisa beli dan inggin mengendari pada saat itu di desa kelahiranku jarang orang mempunyai kendaran bermotor bermerek VESPA , Sejaklulus sma mulai melanjutkan study ke luar jawa dengan alasan bosen hidup dijawa karenaa dari kecil masak lingkunganya begitu-begitu aja inggin mengetahu bagimana kebudayan di luar jawa makanya ambisi didalam diri sangat kuat untuk memulai kehidupan di luar jawa , ahirnya di kabulkan doaku untuk memulai hidup yang baru melanjutkan study di Bali kota singaraja-, pertama masuk pulau Bali ini pertama ada sesuatu yang sepesial didalam pengelihatan melihat di kaca bus melihat keunikan bangunan-bangunan bali yang di sebut PELINGGIH dan ada sebagian ada Musholla dan masid ,di dalam hati berkata begitu indahnya orng indonesia mempunyai ras,agama,budaya yang berbeda tapi tetap bersama, setelah beberapa bulan hidup dibali menemukan temen-temen jong java artinya kumpulan-kumpulan arek jowo, bertempat peremuhan di JL.JALAK putih kota singaraja disigaraja-bali melihat di saping tempat perumahan untuk pertemuan jong java melihat vespa hitam yang tak terpakai didliaht dari bodinya, kemudian aku menayakan barang atik tersebut kemudian terlintas di pikiran aku selalu teringat barang antik tersebut di hari esok kemudian aku menanyakan pak barang atik yang tidak di pakai di jual ya di jual dek kata bapaknya saya bilang di julal berapapa pak 1200.000 pak, boleh kurang sedikit pak boleh berapa 1100.000 ya pak sasya beli karna aku ada kemauan walapun tidak punya uang tetap bisa membeli dengan jerit payah sendiri pertama saya meminjam teman saya 1 jt dan aku di dopet juma ada uang 3000 jadi selesai mebeli vespa uang di dompet tingal 200 untuk hidup di pulau sebrang ini , 2 bulan kemudian tidak sampai 1 minggu bisa melunasi uang 1 jt tersebut, akirnya citaa-cita terwujud yang dulunya sekolah jalan kaki ahirnya bisa menikmati vespa yang dari dulu inggin mempunyai barang atik tersebut ,walaupun motornya bisa dikatakan bututu,rosok, aku tetep PP dalam memasuki dunia kampus karna aku mempunyai pikiran ini hasil uang sendiri tidak ada campur tangan orang tua jadi aku tetap PP walaupun di bandingkan teman2 yang lain memakai motor jepang/di sebut motor plastik yang di bilang bagus di kalangan orang-orang matrezxxxx suka harta, beberapa tahu kemudian aku mengenal komunitas vespa yang namanya BULSIT buleleng scotter independ singaraja/ di sebut ISS sehinga menibulkan banyak teman di singaraja bali ini dengan teman teman vespa dan pertama TOuring di negara aku melihat ribuan VESPA mulai dari vespa rosok sampai vespa yang Elit berjejer dan saling menyapa satu sama lain tidak membeda-bedakaN suku,agama,dan ras tetap bersatu itulah yang menimbulkan rasa persoaudaran yang tinggi walapun tidak semua anak vespa berpakain rapi melainkan berseri-seri itulah yang menimbulkan pertanyaan besar tidak semua orang yang di pandang dari segi pakaian kumuh orang itu jelek melainkan irasionalnya sebaliknya, sehinga aku mempunya pemikiran yang Spekulaitf terhadap teman teman bahwa jangan memandag jelek sebelum terbukti, 1.5 tahun menjalani hidup di bali mempunyai keingginan vespa rosok dan akhirnya terkabulkan denga bantuan teman teman berana OKY tai laco hhhh nama sebutan temen hari terus berganti waktu terus berlanjut aku jalani dengan apa adanya aku mengalami ganguan di dalam bisikan hati karna mempunyai sosok temen yang nasibnya tidak enak , seandainya aku bisa membantu aku pasti bantu karna keterbatasan jadi tidak bisa membantu ini hal yang sulit untuk di lupakan , memahami teman itu ibarat saudara yang erat untuk di lepas ibaratkan bekecot dengan rumahnya itu sulii t t untuk di lupakan "sekian dulu " banyakceritaX-1p429e



Tidak ada komentar:
Posting Komentar